Asesmen ini bertujuan untuk merancang strategi keberlanjutan layanan Kinesio Therapy sebagai bentuk pelayanan kesehatan komunitas yang bertujuan mengatasi nyeri muskuloskeletal, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Studi ini menilai cakupan layanan, kapasitas organisasi, serta faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi pelaksanaan program Kinesio Therapy selama tiga tahun sejak 2016.
Temuan menunjukkan bahwa layanan telah menjangkau lebih dari 5.000 klien dengan 17.000 sesi terapi, serta menghasilkan lebih dari 100 praktisi terlatih di berbagai wilayah Indonesia. Namun, tantangan masih dihadapi, mulai dari kurangnya regulasi formal, pembiayaan jangka panjang, hingga kebutuhan standardisasi layanan dan advokasi kebijakan.
Rekomendasi utama mencakup penguatan asosiasi profesional, pengembangan standar layanan dan kode etik, mekanisme pelatihan berkelanjutan yang lebih hemat biaya, serta advokasi kepada Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah untuk pengakuan formal dan perluasan akses layanan.






